<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="17110">
 <titleInfo>
  <title>Maskulin:</title>
  <subTitle>Teori-Teori Kritis Psikologinya</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Jung, Carl Gustav</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Sari, Aquarina Kharisma</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Translator</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Yogyakarta</placeTerm>
  </place>
  <publisher>IRCiSoD</publisher>
  <dateIssued>2022</dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>14 x 20 cm / 246 pg</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Berdasarkan identitas gender, setiap individu manusia, perempuan maupun laki-laki, memiliki potensi sifat keperempuanan (feminity) dan kelaki-lakian (masculinity) dalam kadar tertentu. Kedua sifat tersebut dapat dikembangkan oleh individu dengan stimulasi tertentu. Dengan identitas ini, tidak harus terkejut manakala banyak perempuan yang memiliki sifat yang selama ini dianggap sebagai sifat laki-laki, juga sebaliknya. Keperempuanan perempuan, atau kelaki-lakian laki-laki berdasarkan peran gender hendaknya tidak diperdebatkan, dan karena itu, polarisasi tugas dan peran yang dikotomis, yang membedakan sangat ekstrim untuk perempuan atau laki-laki, akan melahirkan penyakit psikologis bagi keduanya. Menurut Jung, perempuan atau laki-laki yang mengembangkan kedua sifat tersebut lebih sehat secara psikologis. &#13;
Gen yang dimiliki manusia selalu berbentuk pasangan. Tiap gen dalam pasangan itu mempunyai asal yang berbeda, satu dari kromosom sel sperma dan satunya lagi dari kromosom sel telur. Setiap anak hanya menerima setengah dari gen masing-masing kedua orangtuanya. Atas dasar inilah Jung menyimpulkan bahwa dalam diri manusia mempunyai aspek feminin dan maskulin.&#13;
“Pengantar editor yang mendalam dan pemilihan makalah Jung yang cermat sangat berharga dalam memungkinkan pembaca untuk melacak pencarian pribadi Jung di jalan menuju penemuan maskulinitasnya sendiri melalui tulisannya tentang Pahlawan; Ketidaksadaran Pribadi dan Kolektif; Tahap-Tahap Kehidupan; Personifikasi Opposite-Opposite; Anima/Animus; Mercurius dan Alkimia.” - Ann Casement</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Filsafat dan Teori Psikologi</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Carl Gustav Jung</topic>
 </subject>
 <classification>150.1 / JUN / m</classification>
 <identifier type="isbn">9786236166864</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Ordo Karmel Indonesia Indonesian Carmelite Order Library</physicalLocation>
  <shelfLocator>I04388</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">I04388-C1</numerationAndChronology>
    <sublocation>My Library</sublocation>
    <shelfLocator>I04388</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>36.510..jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>17110</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2011-02-14 10:09:48</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-04-04 13:16:44</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>