Image of Wayang Dan Filsafat Nusantara

Text

Wayang Dan Filsafat Nusantara



Wayang bukan sekadar tontonan, tapi cermin filsafat Nusantara yang kaya nilai luhur, mengajarkan kebaikan vs kejahatan, moralitas, harmoni sosial, dan refleksi kehidupan manusia dari lahir hingga mati
, melalui tokoh seperti Pandawa-Kurawa yang simbolis, media dakwah, pendidikan, hingga hiburan yang menyatu dalam kebudayaan Indonesia.
Konsep Filsafat dalam Wayang:

Simbol Kehidupan: Pertunjukan wayang, dari awal hingga akhir, adalah simbol perjalanan hidup manusia, mengandung makna lahir, hidup, hingga mati.

Perjuangan Kebaikan vs. Kejahatan: Tokoh wayang seperti Pandawa (kebaikan) dan Kurawa (kejahatan) melambangkan pertarungan abadi antara kebajikan dan keburukan yang terjadi dalam kehidupan nyata.

Moralitas dan Etika: Menyampaikan ajaran tentang kepemimpinan, kesetiaan, keberanian, kemanusiaan, serta pentingnya mengutamakan kepentingan umum dan kebenaran.

Media Pendidikan dan Dakwah: Wayang berfungsi sebagai sarana edukasi moral, pengenalan filsafat, hiburan, dan penyebaran nilai-nilai agama (Islam, Hindu-Buddha) yang berasimilasi dengan budaya lokal.

Gunungan/Kayon: Simbol filosofis tinggi yang melambangkan kebijaksanaan dan tuntunan moral universal, berasal dari kata kayun (Kawi) yang berarti keinginan.


Ketersediaan

I03749-C2I03749My LibraryTersedia
I03749-C1I03749My LibraryTersedia
I03749-C3I03749My LibraryTersedia

Informasi Detail

Judul Seri
Seri Pustaka Wayang 11
No. Panggil
I03749
Penerbit Gunung Agung PT. : Jakarta.,
Deskripsi Fisik
14,5 x 21 cm / 184 pg
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
181.16 / MUL / w 11
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaDetail XMLKutip ini