<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="17737">
 <titleInfo>
  <title>Sekolah Itu Candu</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Topatimasang, Roem</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rahardjo, Toto</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Editor</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Yogyakarta</placeTerm>
  </place>
  <publisher>Pustaka Pelajar</publisher>
  <dateIssued>1998</dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>12 x 19,5 cm / 139 pg</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Awalnya, buku ini saya baca sebagai sebuah pembenaran untuk studi perolehan gelar S1 saya selama 6 tahun. Cukup lama untuk era sekarang, mengingat saya ini angkatan 2002. Berikut ini, saya tuliskan pembenaran itu yang merupakan ringkasan buku di 'cover' belakang.&#13;
&quot;Tidak kurang dua belas tahun waktu diselesaikan untuk bersekolah. (Jadi delapan belas tahun untuk saya yaa bu...amin,,,hohoho - saya). Masa yang relatif panjang dan menjemukan jika sekedar mengisinya dengan duduk, mencatat, sesekali bermain dan yang penting mendengarkan guru ceramah di depan meja kelas. Lewat sekolah, seseorang bisa meraih jabatan sekaligus cemoohan. Ringkasnya, sekolah mampu mencetak manusia menjadi pejabat tapi juga penjahat. Melalui buku ini, kita dilatih bertanya, masih pantaskah sekolah untuk mengakui peran tunggalnya dalam mencerdaskan seseorang?&#13;
&quot;Pertanyaan sederhana ini, dikedepankan pada semua orang, terutama bagi mereka yang percaya akan keampuhan sebuah institusi yang bernama SEKOLAH!!&quot;&#13;
Pada akhirnya, saya berkesimpulan bahwa Roem si penulis, telah mengalami OD (Over Dosis) karena Candu Sekolah. Dan sebelum ia benar-benar 'mati' ternyata ia telah KECANDUAN BELAJAR. Inilah yang terjadi pada saya...</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Filsafat</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Pendidikan</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Politik</topic>
 </subject>
 <classification>370.1 / TOP / s</classification>
 <identifier type="isbn">9799075580</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Ordo Karmel Indonesia Indonesian Carmelite Order Library</physicalLocation>
  <shelfLocator>I30007</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">I30007-C1</numerationAndChronology>
    <sublocation>My Library</sublocation>
    <shelfLocator>I30007</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>12.513..jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>17737</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2011-02-14 10:09:48</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-11-17 09:08:19</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>