Detail Cantuman
Pencarian SpesifikText
Di Beranda Nugini Kami Duduk Merenung
Kisah hati dimaksudkan kisah-kisah ditulis mengalir dari pengalaman-pengalaman yang kami alami, kami dengar dan kami rasakan. Gagasan untuk menulis kisah-kisah hati ini lahir ketika kami sedang duduk di beranda rumah penduduk atau di beranda pastoran Papua New Guinea. Tatkala bepergian mengunjungi umat dan merasa lelah setelah berjalan kaki berjam-jam, atau berhari-hari kami memilih duduk saja di beranda sambil membayangkan kembali perjalanan panjang yang melelahkan itu. Mengenang kembali pengorbanan yang telah dilakukan oleh para misionaris perintis membuat hati kami terbakar untuk terus melanjutkan karya dan semangat mereka. Kisah-kisah yang kami angkat ini lahir dari sebuah pergumulan panjang yang kadang diwarnai ketakukan dan ketegangan karena pengalaman pahit, merasakan, menyaksikan dan mendengarkan. Pada saat yang bersamaan pengalaman-pengalaman tersebut terasa indah karena melahirkan inspirasi untuk kreatif dalam pelayanan. Dikatakan pergumulan, karena setiap penggalan kisah ini juga menantang kami untuk tetap setia.
Ketersediaan
| I16137-C1 | I16137 | My Library | Tersedia |
Informasi Detail
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
I16137
|
| Penerbit | Papua New Guinea : Port Moresby., 0 |
| Deskripsi Fisik |
12 x 18,5 cm / 164 pg
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
253 / WER / d
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
-
|
| Subjek | |
| Info Detail Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






