<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="203003">
 <titleInfo>
  <title>Dhyana, Memetik Buah-Buah Meditasi</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Dirdja, Alex</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Dwiko</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Editor</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Yogyakarta</placeTerm>
  </place>
  <publisher>Kanisius</publisher>
  <dateIssued>2012</dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>15 x 15 cm / 127 pg</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Dhyana, suatu istilah dari khazanah Hinduisme, berarti &quot;jalan setapak masuk ke dalam hati&quot;, atau oleh sementara orang dimengerti sebagai &quot;keheningan&quot; dan &quot;meditasi&quot;. Sedang &quot;hati&quot; yang menjadi tujuan, dipahami sebagai inti pribadi manusia yang merupakan persemaian, atau tempat berseminya aneka pencerahan, khususnya yang menyangkut kehidupan, keheningan, dan kasih.&#13;
Tuhan Allah merasa letih, karena begitu banyaknya permohonan umat manusia, yang tak habis-habisnya memberondong sorga. Tuhan mencari tempat untuk beristirahat. Seorang malaekat berkata, &quot;Tuhan naik saja ke puncak gunung tertinggi, seperti Mount Everest, atau turun ke dasar laut terdalam, seperti Laut Banda. Di sana tak ada orang.&quot; Tetapi Tuhan tahu, orang suka mendaki puncak gunung atau menyelam ke dasar laut. Seorang malaekat kecil berbisik kepada Tuhan, “Ada tempat yang dekat tetapi aman, karena orang tak menyangka: Di dalam hati manusia! Karena itu, sejak itu, sejak itu Tuhan bersemayam di dalam hati orang, membawa bekal paling indah: kehidupan, keheningan, dan kasih.&#13;
Ini dongeng, tetapi ada firman, “Ia tidak jauh dari kita masing-masing, sebab dalam Dia kita hidup, bergerak dan ada” (Kis 17:27-28).</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Spiritualitas</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Meditasi</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Praktek dan Kehidupan Kristen</topic>
 </subject>
 <classification>248.4 / DIR / d</classification>
 <identifier type="isbn">9789792132755</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Ordo Karmel Indonesia Indonesian Carmelite Order Library</physicalLocation>
  <shelfLocator>I14094</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">I14094-C1</numerationAndChronology>
    <sublocation>My Library</sublocation>
    <shelfLocator>I14094</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>29.58..jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>203003</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2014-11-15 12:23:04</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-06-26 10:32:03</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>