<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="203063">
 <titleInfo>
  <title>Filsafat Perdamaian:</title>
  <subTitle>Menjadi Bijak Bersama Eric Weil</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Mulyatno, Carolus Borromeus</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Dwiko</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Editor</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Yogyakarta</placeTerm>
  </place>
  <publisher>Kanisius</publisher>
  <dateIssued>2012</dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>12,5 x 20 cm / 111 pg</extent>
 </physicalDescription>
 <relatedItem type="series">
  <titleInfo/>
  <title>Pustaka Filsafat</title>
 </relatedItem>
 <note>&quot;Eric Weil adalah salah seorang filsuf yang berjuang agar filsafat memberi pencerahan untuk menghadapi dan memecahkan persoalan hidup sehari-hari. Ia menjelaskan tautan antara filsafat dan perjuangan untuk mewujudkan perdamaian. Konflik, pertikaian, dan perang yang melanda dunia telah memorak-porandakan pilar-pilar hidup damai. Adalah tugas setiap orang, dan khususnya filsuf, untuk membangun kembali kehidupan yang damai. Kerinduan untuk hidup damai dan keprihatinan terhadap berbagai peristiwa kekerasan, konflik, dan perang yang mengancam perdamaian bisa menjadi tali pengikat persaudaraan yang mendorong berkembangnya gerakan hidup damai.&#13;
Salah satu yang menarik dari buku ini adalah ternyata Weil menolak metafisika. Metafisika dianggap telah mewariskan sikap dogmatis yang melanggengkan kekerasan. Metafisika berbicara soal kebenaran tertinggi. Kebenaran tertinggi adalah kemustahilan bagi filsafat karena subjek filsafat adalah manusia historis yang hidup dalam ruang dan waktu tertentu yang terbatas (tidak sempurna). Yang dihidupi dan diketahui oleh seorang filsuf bukanlah kebenaran melainkan absennya kebenaran atau penolakan terhadap kebenaran. Absennya kebenaran dan penolakan terhadap kebenaran adalah kekerasan. Metafisika bertentangan dengan hakikat filsafat sebagai kegiatan manusia yang berciri temporal-dinamis dalam mewujudkan potensi dan karakter rasionalnya.&quot;</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Perdamaian</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Filsafat Jerman</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Eric Weil</topic>
 </subject>
 <classification>193 / MUL / f</classification>
 <identifier type="isbn">9789792131529</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Ordo Karmel Indonesia Indonesian Carmelite Order Library</physicalLocation>
  <shelfLocator>I03300</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">I03300-C1</numerationAndChronology>
    <sublocation>My Library</sublocation>
    <shelfLocator>I03300</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>29.118..jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>203063</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2014-11-25 10:41:04</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-02-12 11:43:47</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>