<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="203550">
 <titleInfo>
  <title>上帝是否存在? (Is There A God ?)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Swinburne, Richard</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Xinxin, Hu</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Translator</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Beijing</placeTerm>
  </place>
  <publisher>Peking University Press</publisher>
  <dateIssued>2005</dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">cn</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Cina</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>14,5 x 21 cm / 125 pg</extent>
 </physicalDescription>
 <relatedItem type="series">
  <titleInfo/>
  <title>Seri Filsafat dan Agama</title>
 </relatedItem>
 <note>Adakah Tuhan? menawarkan respons yang kuat terhadap keraguan modern tentang keberadaan Tuhan. Saat ini, jawaban atas semua pertanyaan fundamental mungkin tampak berada di ranah sains, dan kemajuan ilmiah abad ke-20 hanya menyisakan sedikit ruang bagi Tuhan. Para kosmolog telah&#13;
mengembalikan teori mereka ke momen Big Bang; penemuan DNA mengungkap kunci kehidupan; teori evolusi menjelaskan perkembangan kehidupan—dan dengan setiap penemuan atau perkembangan baru, tampaknya kita semakin dekat dengan pemahaman yang utuh tentang bagaimana segala sesuatu terjadi. Bagi banyak orang, hal ini&#13;
memberikan kekuatan pada keyakinan bahwa Tuhan tidak diperlukan untuk menjelaskan alam semesta; bahwa keyakinan agama tidak didasarkan pada akal; dan bahwa keberadaan Tuhan, secara intelektual, merupakan hal yang sia-sia.&#13;
Richard Swinburne, salah satu filsuf agama paling terkemuka saat ini, berpendapat bahwa sebaliknya, sains memberikan dasar yang kuat untuk meyakini Tuhan. Mengapa ada alam semesta? Mengapa ada kehidupan di Bumi? Bagaimana hukum-hukum ilmiah yang dapat ditemukan dapat beroperasi di alam semesta? Swinburne menggunakan metode penalaran ilmiah ini untuk berargumen bahwa jawaban terbaik atas pertanyaan-pertanyaan ini diberikan oleh keberadaan Tuhan. Gambaran alam semesta yang diberikan sains kepada kita disempurnakan oleh Tuhan. Buku yang kuat, modern, dan mudah dipahami ini, Adakah Tuhan? wajib dibaca bagi siapa pun yang tertarik pada&#13;
sebuah pembelaan yang cerdas dan mudah dipahami tentang keberadaan Tuhan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Filsafat</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Kekristenan</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Tuhan</topic>
 </subject>
 <classification>212 / SWI / i</classification>
 <identifier type="isbn">9787301083529</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Ordo Karmel Indonesia Indonesian Carmelite Order Library</physicalLocation>
  <shelfLocator>A32936</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">A32936-C1</numerationAndChronology>
    <sublocation>My Library</sublocation>
    <shelfLocator>A32936</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>37.265..jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>203550</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2015-08-03 15:56:02</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-09-03 17:29:07</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>