Detail Cantuman
Pencarian SpesifikText
God After Darwin: Tuhan Sesudah Darwin - Teologi Evolusioner
Sejak Darwin mengumumkan teori evolusi, posisi Tuhan sebagai pencipta alam semesta dengan segala isinya menjadi absurd di mata sebagian besar ilmuwan sains. Evolusi menghantam persis jantung teologi dengan menyatakan bahwa segala sesuatu di alam semesta tumbuh -dan berkembang secara evolutif dari hal yang sangat sederhana, dengan cara acak dan serba kebetulan. Yang berhak hidup hanyalah mereka yang lolos dalam seleksi alam. Konsep 'penyelenggaraan ilahi', 'ciptaan yang sempurna', "Tuhan yang Maha Kuasa dan Maha Baik' menjadi mustahil. Lalu, alam semesta tampil sebagai arena persaingan, tak bertuan dan tak
bertujuan. Kehidupan hanya menjadi tempat bagi mereka yang kuat. Teori evolusi telah mengubah wajah kehidupan dan melempangkan jalan menuju ateisme. Gemuruh suara Nietzsche makin membahana: “Tuhan sudah mati!”
Ketersediaan
| I35336-C1 | I35336 | My Library | Tersedia |
Informasi Detail
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
I35336
|
| Penerbit | Ikon Teralitera : Yogyakarta., 2002 |
| Deskripsi Fisik |
15 x 23 cm / 308 pg
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
9793016078
|
| Klasifikasi |
231.7 / HAU / g
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
-
|
| Subjek | |
| Info Detail Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






