Image of Kasih Yang Menghidupkan: Pendekatan Teologi Hati Kudus Yesus Dalam Ensiklik Dilexit Nos Sebagai Respons Atas Dehumanisasi Dalam Era Konsumerisme Dan Revolusi Digital

Text

Kasih Yang Menghidupkan: Pendekatan Teologi Hati Kudus Yesus Dalam Ensiklik Dilexit Nos Sebagai Respons Atas Dehumanisasi Dalam Era Konsumerisme Dan Revolusi Digital



Perkembangan gaya hidup konsumerisme dan revolusi digital telah menciptakan budaya yang menuntut performa, efisiensi, dan akumulasi tanpa henti. Kondisi ini menyebabkan manusia kehilangan orientasi eksistensial, terperangkap dalam tekanan sosial dan algoritma, serta berpotensi mereduksi martabatnya menjadi sekadar data, angka, atau objek konsumsi dalam sistem teknologi dan ekonomi modem. Inilah bentuk baru dehumanisasi di zaman sekarang. Oleh karena itu, diperlukan sebuah refleksi kritis-teologis yang mampu menawarkan alternatif makna hidup di tengah krisis identitas dan spiritualitas kontemporer, dan spiritualitas Kristiani. Tulisan ini berupaya menggali bagaimana spiritualitas Hati Kudus Yesus yang direfleksikan oleh Paus Fransiskus dalam ensiklik Dilexit Nos dapat menjadi sumber pemulihan martabat manusia serta orientasi hidup baru di tengah dominasi logika pasar dan teknologi. Dengan menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) penelitian ini menganalisis secara reflektif-teologis esensi spiritualitas Hati Kudus dan relevansinya dengan konteks modem. Hasil kajian menunjukkan bahwa spirinxalitas Hati Kudus tidak dapat direduksi sekadar simbol devosi, melainkan merupakan pusat kasih ilahi yang memberi diri, penuh perhatian, dan hadir secara tulus. Spiritualitas ini menegaskan bahwa martabat manusia tidak ditentukan oleh kepemilikan barang bermerek atau eksistensi di media sosial, melainkan oleh kodratnya sebagai pribadi yang dikasihi Allah, sekaligus menawarkan keseimbangan antara tuntutan dunia yang serba cepat dengan kebutuhan batin yang mendalam, serta mendorong sikap iman yang profetis melalui praktik keheningan, solidaritas, dan perhatian terhadap sesama. Dengan demikian, spiritualitas Hati Kudus Yesus menjadi jalan transformatif untuk meneguhkan kembali nilai kemanusiaan, memperbarui relasi sosial, dan menghadirkan kasih yang kontekstual serta membebaskan di tengah realitas modern, karena spiritualitas ini bukanlah pelarian dari dunia, melainkan bentuk keterlibatan kritis dan penuh harapan bagi pemulihan martabat manusia.
Kata Kunci: Dehumanisasi; Dilexit Nos; Konsumerisme; Revolusi Digital; Spiritualitas Hati Kudus Yesus.


Ketersediaan

I35815-C1I35815My LibraryTersedia

Informasi Detail

Judul Seri
Tesis Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Menyelesaikan Program Magister Filsafat
No. Panggil
I35815
Penerbit Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Widya Sasana : Malang.,
Deskripsi Fisik
99 p., 28 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
Carmel, III No.60/T/97
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaDetail XMLKutip ini