Detail Cantuman
Pencarian SpesifikText
Tragedi Soekarno
"Tragedi Soekarno" merujuk pada serangkaian peristiwa tragis dalam kehidupan dan akhir kekuasaan Presiden Soekarno, termasuk
percobaan pembunuhan (Peristiwa Cikini), tekanan politik yang berujung pada penurunan kekuasaan (setelah G30S), pengasingan, isolasi, dan kesepian di masa akhir hidupnya, yang dianggap sebagai pembunuhan karakter dan pemikiran, bukan hanya fisik, seperti yang diulas dalam buku-buku sejarah.
Beberapa Peristiwa Penting:
Peristiwa Cikini (1957): Percobaan pembunuhan dengan granat yang ditujukan kepada Soekarno saat menghadiri acara sekolah anak-anaknya, di mana ia selamat, namun menunjukkan adanya ancaman serius terhadapnya.
Peristiwa Rengasdengklok (1945): Meskipun bukan tragedi dalam arti negatif, ini adalah momen penting di mana ia dan Hatta "diamankan" oleh golongan muda agar segera memproklamasikan kemerdekaan, menunjukkan tekanan dalam perjuangan.
G30S dan Akhir Kekuasaan (1965-1966): Peristiwa Gerakan 30 September melemahkan kekuasaan Soekarno, yang kemudian digantikan oleh Soeharto melalui Supersemar, mengawali berakhirnya era Orde Lama.
Isolasi dan Kematian (1967-1970): Setelah tidak lagi menjabat, Soekarno hidup dalam kesepian, diasingkan, dilarang bertemu orang, sakit-sakitan, dan tidak dirawat sebagaimana mestinya, yang digambarkan sebagai "dibunuh berkali-kali" oleh sejarawan.
Ketersediaan
| I25580-C1 | I25580 | My Library | Tersedia |
Informasi Detail
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
I25580
|
| Penerbit | Merdeka Press : Jakarta., 1967 |
| Deskripsi Fisik |
14,3 x 21 cm / 108 pg
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
320.959.8 / PIM / t
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
-
|
| Subjek | |
| Info Detail Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






