Detail Cantuman
Pencarian SpesifikText
Quo Vadis Hidup Manusia? Makna Hidup Manusia Di Hadapan Aneka Pergulatan Hidup (33) / Yustinus, Pius Pandor (Editor)
“Quo vadis Makna Hidup Manusia. Makna Hidup Manusia di tengah Pergulatan Hidup”. Demikianlah tema Seminar Nasional—Hari Studi ke-49 yang diselenggarakan pada hari Sabtu, 26 Oktober 2024. Aksekstuasi pada pertanyaan Quo vadis hidup manusia? muncul dari aneka pergulatan yang dihadapi manusia dalam hidupnya seperti kecemasan, putus asa, ketakutan dan sebagainya. Dalam teks kekristenan awal, dikisahkan bahwa St Paulus menghindar dari penyaliban dan melarikan diri dari Roma. Di perjalanan, dia berjumpa dengan Yesus, dan bertanya: “Quo vadis, Domine? Artinya ke mana, Tuhan. Dalam kosa mata modern, pertanyaan tersebut biasanya dilontarkan untuk mencari orientasi. Ada pemikir yang melukiskan hidup manusia sebagai perjalanan. Dalam perjalanan hidupnya tersebut, manusia kadang-kadang mengalami disorientasi. Ketika mengalami disorientasi manusia mengalami putus asa, bahkan sampai ingin mengakhiri hidup dengan cara instan yaitu bunuh diri.
Skema pembahasan dalam prosiding ini berusaha untuk menjawab pertanyaan fundamental seperti apakah hidup manusia itu bermakna? Bagaimana manusia memaknai kehidupannya? Haruskah hidup manusia yang penuh derita dipertahankan? Mengapa manusia harus berjuang dalam memaknai kehidupannya? Para penulis buku ini berusaha menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas dari berbagai perspektif seperti filsafat, ilmu humaniora [psikologi dan sosiologi] dan teologi. Bagian pertama prosiding ini menampilkan perspektif filsafat dalam menjawab pertanyaan apakah makna hidup manusia dan bagaimana tindakan manusia dalam memaknai kehidupannya. Bagian kedua dari prosiding ini menampilkan perspektif ilmu-ilmu sosial kemanusiaan [sosiologi dan psikologi] terkait makna hidup dan pergulatannya. Bagian ketiga prosiding ini menampilkan perspektif teologi Katolik dalam menghadapi persoalan bunuh diri dan kebijakan praktis apa yang dilakukan Gereja.
Dari alur pembahasan isi dan perspektif pembahasan yang dipaparkan di atas, dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan tulisan dalam prosiding ini berupaya merefleksikan makna hidup manusia. Makna hidup manusia ditemukan dalam aneka pergulatan yang harus dijalani dengan menonjolkan nilai kesetiaan, cinta, kesetiaan, tanggung jawab dan belas kasih.
Ketersediaan
| I25860-C1 | I25860 | My Library | Tersedia |
Informasi Detail
| Judul Seri |
Seri Filsafat Teologi Widya Sasana 33
|
|---|---|
| No. Panggil |
I25860
|
| Penerbit | STFT Widya Sasana : Malang., 2024 |
| Deskripsi Fisik |
295 p., 25,5 cm
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
14119005
|
| Klasifikasi |
Carmel, II No.1203/33
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
-
|
| Subjek | |
| Info Detail Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






